PERBEDAAN POLA PEKERJAAN JAMAN DULU DENGAN SEKARABNG YANG WAJIB DIKETAHUI GENERASI MILENEAL

Dunia kerja pada waktu itu dan sekarang telah berubah secara dramatis. Deloitte Consulting mengutip lima perubahan mendasar yang terjadi di dunia kerja yang mengubah cara pekerja melihat dan melihat jalur karier mereka.

Indranil Roy, mitra transformasi tenaga kerja terkemuka Deloitte Consulting, mengatakan ada pergeseran dari pekerjaan tradisional ke pekerjaan modern, terutama ketika perusahaan beralih ke metode dan bisnis digital.

Salah satunya adalah penemuan bahwa teknologi secara otomatis menggantikan 54% pekerjaan.

Pembahasan “perekrutan modern” selalu menjadi topik yang panjang untuk dibahas. Namun karena berbagai kelebihan dan kekurangannya, beautynesia.id dapat dibedakan menjadi dua jenis budaya pekerja. Pertama, pekerja generasi sebelumnya dan pekerja milenial (saat ini). Sebenarnya, apa perbedaan kualitas kerja antara dua generasi ini?

Jadi, seperti yang telah disebutkan, apa perbedaan antara keduanya? Apakah Milenial Lebih Baik? Atau sebaliknya?

Jawabannya sama. Tentu saja setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun berikut adalah beberapa perbedaan penting antara kedua generasi tersebut.

Menarik melihat bahwa 54% tenaga kerja dapat diotomatisasi oleh teknologi dalam tiga hingga empat tahun ke depan, yang menarik, tetapi pekerja bingung harus berbuat apa,” sering disapa Indro. Konsultan menjelaskan. Pada konferensi pers virtual bertajuk "10 Aturan Kerja Modern" pada Selasa (26/4).

Yang pertama adalah pasar tenaga kerja yang dipenuhi keterampilan yang menurun dengan cepat. Dulu, keterampilan seperti pengetahuan teknis dianggap relevan untuk 26 tahun ke depan, menurut Indro. Namun, waktu berubah begitu cepat sehingga keterampilan baru hanya bisa bertahan selama sekitar 4,5 tahun.

Yang kedua adalah pengenalan model Work From Anywhere (WFA). Apa yang sebelumnya tidak dianggap serius oleh masyarakat kini mulai menjadi praktik baru yang diterapkan di berbagai industri.

Sebagian besar pekerjaan dapat dilakukan secara online atau jarak jauh, sehingga menghilangkan kebutuhan karyawan untuk selalu datang ke kantor.

“Saat ini, Anda bisa bekerja dari mana saja. 45% sampai 50% pekerjaan tidak terjadi di kantor. Kami kerja dengan sistem mode hybrid,” kata Indro.

Ketiga, ia menggambarkan periode perubahan yang cepat di dunia kerja. CEO perusahaan Fortune 500 mengundurkan diri rata-rata setelah 7,5 tahun, tetapi untuk eksekutif di bawah CEO, masa jabatannya bahkan lebih pendek, atau empat hingga lima tahun. ..

Karena itu, Indro berkesimpulan pekerjaan tersebut bisa dirombak total dalam waktu empat tahun. "Pekerjaan Anda akan banyak berubah. Pekerjaan Anda akan dibangun kembali dan didesain ulang setiap empat tahun atau lebih," katanya.

Keempat, katanya, generasi sekarang bisa berganti profesi lima hingga enam kali seumur hidup. Hal ini karena lapangan kerja modern bersifat fleksibel, sehingga pekerja jarang berada di satu sektor atau hanya memiliki satu keterampilan.

“Saat ini, Anda bisa bekerja dari mana saja. 45% sampai 50% pekerjaan tidak terjadi di kantor. Kami kerja dengan sistem mode hybrid,” kata Indro.

 “Ketika generasi mileneal masuk dunia kerja, kita mungkin butuh mengganti pekerjaan lima sampai enam kali dalam hidup kita, sehingga ada banyak jalan untuk pertumbuhan dan keberhasilan,” kata Indro.

Terakhir, penciptaan ekosistem keterampilan di mana pekerja dari berbagai sektor perlu bekerja sama dalam satu atau lebih proyek besar.

Untuk melakukannya, pekerja, tentu saja, perlu menangani orang-orang dari berbagai sektor dan generasi dengan berbagai jenis keterampilan dan perspektif.

Gaya orang terdahulu

Mantan pekerja tentunya sama dengan yang terkait dengan regulasi dan tahta. Regulasi di sini dapat diartikan sebagai pedoman atau tolak ukur yang harus diikuti oleh semua pekerja tanpa terkecuali, meskipun regulasi tersebut tampak kurang efektif.

Hubungan antara atasan dan bawahannya juga terlihat sangat solid dan hanya berinteraksi sebagai rekan kerja. Maka jangan heran jika Anda sering menemukan HRD senior (tua) yang suka bertanya-tanya kuno.

Pekerja di masa lalu tidak mudah berganti pekerjaan. Mereka awalnya berpikir tentang tingkat yang lebih menjanjikan daripada gaji yang memuaskan.

Terlepas dari lokasi, kondisi atau lingkungan, mantan pekerja sangat enggan untuk menyerah dan sangat yakin bahwa tempat kerja bukanlah alasan untuk meninggalkan tanggung jawab.

Jarang mencari pekerjaan baru

Gaya pekerja milenial

Gaji tinggi dan tempat kerja yang nyaman adalah kriteria utama untuk melakukan pekerjaan impian Anda. Pekerja milenial cenderung ingin segera mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sesuai, meskipun mereka tidak memiliki banyak pengalaman kerja. Jadi, untuk saat ini, ada banyak kursi kosong untuk siklus milenial ini.

Mengubah tempat kerja cenderung sangat mudah. Alasan utamanya sama dengan poin di atas. Hal ini dikarenakan lingkungan kerja yang tidak baik dan gaji yang tidak sesuai dengan ketidaknyamanan.

Para pekerja milenial tentu tertarik untuk mencoba segala hal karena cepat belajar, kreativitas tinggi, dan percaya diri dalam berpikir inovatif. Akibatnya, pekerja milenial jarang memikirkan jenjang karir yang panjang di satu perusahaan saat ini.

Mencari pekerjaan baru lebih sering